Jakarta,Kumparan7.Com– Perjalanan panjang pengabdian R.S. Yoko Diotiharta, S.Kep., M.M., akhirnya membuahkan hasil. Pria yang akrab disapa Yoko itu kini bertugas di Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB Jakarta dengan jabatan Analis Kebencanaan Ahli Madya.
Laki-laki asal Bengkulu ini mengawali karier sebagai perawat PNS di Bengkulu Utara. Dari sana ia berpindah ke RS M. Yunus Bengkulu, lalu ke Kominfo, BPSDM, hingga akhirnya berlabuh di Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
“Dari awal memang suka dunia sosial, dunia bencana, dunia kemanusiaan,” kata Yoko. Sejak kuliah ia sudah aktif di KSR PMI, bergabung dengan Tagana, hingga aktif di komunitas radio. Pengalaman berorganisasi itu ia bawa hingga ke pengurus daerah, pengurus nasional, hingga sebagai Koordinator pengabdian masyarakat di RAPI Pusat. Ia bahkan pernah ditunjuk sebagai Sekretaris Daerah RAPI Provinsi Bengkulu.

Jalan menjadi ASN tidak mudah. Di awal penugasan, Yoko harus turun ke daerah-daerah kecil dengan motor untuk memberikan pelayanan ke masyarakat. Saat hujan lebat dan jalan terputus, ia terpaksa menginap di rumah warga.
“Jatuh bangun banyak. Dulu di daerah kecil, kalau hujan nggak bisa balik akhirnya nginap di rumah warga,” kenangnya.
Tekad untuk berkembang membawanya hijrah ke Jakarta. Keputusan itu berat, apalagi saat itu ibunya sedang sakit. Yoko bahkan harus kehilangan ibunya saat sedang bertugas di Bekasi. Berkat bantuan kawan-kawan, ia bisa cepat pulang ke Bengkulu sebelum pemakaman.
“Awal pindah sangat berat. Dari 0 tidak membawa apa-apa, bertahan di kota besar. Perjuangan memang tidak semudah yang kita fikirkan,” ujarnya.
Namun pengorbanan itu berbuah. Setelah bertahun-tahun menjadi ASN biasa, kepindahannya ke pusat langsung mengantarkannya pada jabatan fungsional Analis Kebencanaan Ahli Madya.
Bagi Yoko, keluarga adalah prioritas utama. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada istri, anak, kawan-kawan KSR PMI, Tagana Kota Bengkulu, RAPI Provinsi Bengkulu, dan Unsur Pemerintah Provinsi Bengkulu yang selama ini mendukung.

Kini dengan posisi barunya di BNPB, harapan terbesar Yoko adalah bisa lebih banyak belajar dan menjadi jembatan cepat antara pusat dan daerah. Terutama saat Bengkulu dilanda bencana.
Harapan terbesar berguna untuk warga tertimpa bencana khususnya di daerah sendiri. “Saat gempa Bengkulu yang lalu, direktur bertanya kepada saya butuh apa-apa cepat, agar dapat dibantu segara. ini contoh salah satu akses untuk membuka jalur dari pusat ke Bengkulu,” katanya.
Yoko juga menitipkan pesan untuk ASN muda di Bengkulu agar berani berubah dan berjuang.
“Jangan takut menentukan pilihan. Walaupun pahit di awal, mudah-mudahan suatu saat menghasilkan hasil,” pesannya.
*Profil singkat*
*Nama*: R.S. Yoko Diotiharta, S.Kep., M.M.
*Nama populer*: Yoko
*Asal*: Bengkulu
*Jabatan saat ini*: Analis Kebencanaan Ahli Madya, BNPB
*Media sosial*: @rsyokodiotiharta. (Tw7)













