Menu

Mode Gelap
Thio Ashiddiqie, Pemuda Berprestasi dari Bukittinggi Sumatera Barat Membanggakan, Farasya Quenby Siswi SD 2 Darul Hikam Raih Juara 1 Fashion Show Festival Raden Jaya Production Viral!! Dugaan Skandal Pejabat Sultra Beredar, Publik Desak Penelusuran Fakta Peringatan Isra Mi’raj, IMPS-B dan IKBAL MAROM Dorong Mahasiswa Semendo Perkuat Keislaman dan Kepemimpinan Tegas!! DPW LIRA Bengkulu Laporkan Dugaan Penguasaan dan Jual Beli Ilegal Lahan Eks Tambang ke Kejati

Nasional · 19 Agu 2025 23:03 WIB ·

Trisno Iswandi,ST Engineer, “Bahaya Mengintai Teknisi AC” Berikut Penjelasanya


 Trisno Iswandi,ST Engineer, “Bahaya Mengintai Teknisi AC”. (Doc:Ta6) Perbesar

Trisno Iswandi,ST Engineer, “Bahaya Mengintai Teknisi AC”. (Doc:Ta6)

Jakarta,Kumparan7.Com-Beberapa peristiwa yang menjadi case study, kasus pertama:peristiwa di RS Kebon Baru Tebet Jakarta Selatan, pada tanggal 1 April 2018 meledak evaporator AC menyebabkan 2 orang korban teknisi AC (beritajakarta.id).

Tulisan ini dihadirkan dalam rangka menyikapi dan sekaligus menjawab beberapa peristiwa kejadian meledaknya alat pendingin ruangan dengan sebutanpopular nya AC singkatan dari Air Conditioner.

Kasus kedua: pada tanggal 31 Mei 2018 pukul 17:30 WIB di gedung wisma BCA BSD, Empat orang teknisi mengalami luka bakar dibagian wajah dan tubuh akibat ledakan yang terjadi pada outdoor AC, saat melakukan perbaikan(liputan6.com, Tangerang).


Kasus ketiga:terjadi ledakan RS Semen Padang Hospital (SPH) 30 Januari 2024 kelalaian saat teknisi lupa menutup gas dan oksigen untuk pengelasan pipa AC berakibat 6-unit outdor AC central meledak menimbulkan kerusakanGedung(tribun.padang.com).

Kasus keempat: SuperindoDTC Mall Depok pada 13 Agustus 2025, meledaknya unit outdoor AC bagian kompresor saat teknisi melakukan maintenance AC dan kegiatan pengisian refrigerant, teknisi mengalami luka bakar pada tubuh berkisar 50%(news.detik.com).

Kasus diatas menimbulkan kerugian disisi pemilik Gedung, dan teknisi itu sendiri.

Dewasa ini tanpa disadari AC sudah menjadi kebutuhan primer bagi kalangan masyarakat perkotaan dengan tingkat kepadatan penduduk yang sangat tinggi serta jumlah bangunan gedung yang meningkat.

Dimana satu sama lain saling berdekatan karena sedikitnya space sehingga berpengaruh terhadap sirkulasi udara sekitar.

Tidak memadainya quantity udara yang bersikulasi ke dalamgedung membuat keadaan ruangan terasa pengap dan panas.

Menimbulkan ketidak nyamanan bagi pengunjung maupun penghuni yang beraktivias setiap saat di dalam gedung tersebut.

Faktor tersebut melatar belakangi pemilik bangunan, yang diklasifikasikan bangunan perumahan tempat tinggal, rumah sakit, perkantoran dan bangunan komersial seperti Mall, apartemen, pasar swalayan, dan sejenisnya.

Sehingga dibutuhkan alat bantu pendingin ruangan seperti AC, dapat memberikan rasa sejuk dan nyaman bagi pengunjung atau penghuninya. Tentu bagi pemilik properti dengan orientasi bisnis menjadi nilai jual sebagai bentuk layanan dari sisi fasilitas yang ditawarkan kepada konsumen.

Mempertahankan suasana ruangan yang sejuk dan nyaman, membutuhkan kerja ekstra dari pendingin ruangan AC, alat tersebut perlu dilakukan servis berkala sebagai bentuk preventive maintenance sehingga dapat menjaga performa AC untuk tetap berfungsi.

Usaha yang dilakukan seperti melakukan servis cuci rutin. Disamping itu tidak hanya cukup dengan tindakan preventive maintenance.

AC juga perlu di repair karena kondisi sparepartnya yang tidak berfungsi maksimal akibat pemakaian ekstra secara terus-menerus seperti penggunaan di rumah sakit. Komponen sparepart tersebut terdapat dibagian  indoor maupun outdoor AC, yang bekerja dalam satu sistem pendinginan.

Komponen utama memiliki peranpenting dalam AC Adalah kompresor berfungsi mensirkulasikan refrigerant ke sistem pendinginan yang mengalir di dalam pipa memberikan tekanan dan menghisap, power yang dimiliki tergantung dari kapasitas British Thermal Unit atau konversi kedalam satuan daya Paard Kracht istilah dari Bahasa Belanda, semakin besarmaka power kompresor untuk menekan juga besar.

Sangat berbahaya bagi teknisi ketika menghadapi kondisi AC mengalami insufficient refrigerant, refrigerant bahasanya teknisi disebut freon yang ada dalam sistem perangkat pendingin perlu dipastikan apakah terjadi pengurangan tekanan sesuai dengan jenis freon seperti R22 memiliki range tekanan 58 Psi-87Psi, R410A, dan R322 jumlah tekanan dalam sistem kompresor range 130,5 Psi s/d 174Psi (modul Panasonic Gobel Indonesia,2018).  

Untuk mengetahui berkurang atau tidak nya dilakukan pengukuran dengan menggunakan alat ukur manivolgauge. Teknisi harus memahami pengetahuan dasar karakteristik dari freon, karena tekanan berbeda satu samalain seperti R32 memiliki tekanan yang sangat kuat dan masuk kategori jenis freon memiliki sifat zat mudah terbakar flammabilitiy(ANSI/ASHRAE 34-2007).

Potensi kompresor dapat meledak ketika disaat pengisian refrigerant overcharge. Secara otomatis konsumsi arus Listrik pada kompresor akan naik berakibat kompresorover heat panas melebihi batas maksimal.

Jumlah nilai kuat arus listrik maksimal tertera pada name plat unit AC yang dicantumkan oleh pabriknya, teknisiperlu mengetahui nilai realnya pada saat kompresor bekerja dengan menggunakan alat ukur amper meter sehingga dapat dibandingkan dengan nilai yang ada pada nameplat unit AC, artinya jangan terlalu besar dari nilaiyang tertera pada nameplat.

Disamping itu faktor lain meledaknya AC kegiatan flushing dan mengecek titik kebocoran pada pipa yang dilakukan teknisi menggunakanzat yang memiliki tekanan tinggi dan mudah terbakar seperti oksigen O2 jika bertemu sumber panas dan material yang mudah terbakar, menurut standar operasional dari pabrikan AC hal ini tidak direkomendasikan untuk dilakukan karena sangat berbahaya bagi keselamatan teknisi dan lingkungan sekitar.

Freon R11 dan nitrogen menjadi pilihan yang disarankan untuk teknisi dalam flushing. Tertutupnya expansion valve dalam waktutertentu, valve low pressure maupun valve high pressuresaat kompresor bekerja dengan power besar akibat kelalaian dari teknisi juga memicu terjadi ledakan.

Banyak faktor menimbulkan resiko tinggi yangmembahayakan bagi keselamatan jiwa teknisi dalam melakukan repair AC seperti pada kasus yang baru terjadi beberapa waktu lampau di Superindo DTC Mall Depok pada tanggal 13 Agustus 2025 kemaren.

Perlu menjadi perhatian teknisi untuk membekali diri, denganpengetahuan tentang AC dan mematuhi petunjuk dari pabrikan AC, bekerja mengutamakan Keselamatan, Kesehatan Kerja (K3). Adalah menjadi benteng untukmelindungi diri dari bahaya yang mengintai teknisi. ***

E-mali : trisno_iswandi@yahoo.com
Tricenter. (Min5)

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Thio Ashiddiqie, Pemuda Berprestasi dari Bukittinggi Sumatera Barat

2 Februari 2026 - 07:40 WIB

Membanggakan, Farasya Quenby Siswi SD 2 Darul Hikam Raih Juara 1 Fashion Show Festival Raden Jaya Production

26 Januari 2026 - 19:58 WIB

Viral!! Dugaan Skandal Pejabat Sultra Beredar, Publik Desak Penelusuran Fakta

26 Januari 2026 - 19:13 WIB

Peringatan Isra Mi’raj, IMPS-B dan IKBAL MAROM Dorong Mahasiswa Semendo Perkuat Keislaman dan Kepemimpinan

26 Januari 2026 - 17:44 WIB

Tegas!! DPW LIRA Bengkulu Laporkan Dugaan Penguasaan dan Jual Beli Ilegal Lahan Eks Tambang ke Kejati

21 Januari 2026 - 22:51 WIB

Perempuan dan Pemuda Jadi Garda Kebangsaan, DPD RI Sosialisasikan Empat Pilar

14 Januari 2026 - 13:51 WIB

Trending di Nasional