LAMPUNG,Kumparan7.Com– Dari keterpurukan bangkrutnya usaha toko kasur, Sri Wahyuni Ningsih yang populer dengan nama Ine Daster kini menjelma menjadi pebisnis tangguh di platform digital.
Perempuan asal Lampung yang aktif di TikTok @Inedaster, Facebook ine daster dan Instagram @Innedaster ini membagikan pandangannya sebagai seorang pebisnis dalam melihat peluang di TikTok Shop.
Sebagai pebisnis, Ine menilai TikTok Shop memiliki keunggulan dibanding marketplace lain.
“Menurut aku, TikTok Shop punya keunggulan karena kita nggak cuma menjual produk, tetapi juga membangun kepercayaan lewat konten dan live. Produk yang awalnya nggak dikenal bisa menjangkau banyak orang. Tapi tetap, kuncinya ada di produk, strategi, dan konsistensi,” ujarnya.
Soal pengelolaan keuangan, Ine mengaku kini jauh lebih disiplin. Belajar dari masa lalu yang pernah minus, ia kini menerapkan sistem yang ketat.
“Sekarang aku lebih disiplin memisahkan uang bisnis dan uang pribadi. Omzet itu bukan keuntungan, jadi aku harus hitung modal, biaya operasional, dan keuntungan bersih. Aku juga berusaha menyisihkan dana untuk perputaran modal dan dana darurat, supaya bisnis tetap berjalan meskipun penjualan sedang turun,” jelasnya.

Dalam perjalanan bisnis online, risiko rugi dan tertipu supplier tentu pernah dialaminya. Namun ia memilih untuk tidak panik.
“Dalam bisnis, risiko rugi itu selalu ada. Kalau mengalami kerugian, aku berusaha nggak panik dan fokus mencari solusi. Aku evaluasi penyebabnya, lebih selektif memilih supplier, dan memastikan transaksi serta kesepakatan jelas. Buat aku, kerugian itu pelajaran supaya ke depannya lebih berhati-hati,” tuturnya.
Ine juga menekankan perbedaan mindset yang harus dimiliki agar tidak bangkrut lagi.
“Menurut aku, pebisnis offline maupun online sama-sama harus punya perhitungan yang matang. Bedanya, bisnis online menuntut kita lebih cepat beradaptasi dengan tren, data penjualan, dan perilaku konsumen. Jangan cuma mengejar omzet besar, tetapi pastikan bisnisnya benar-benar menghasilkan keuntungan dan punya arus kas yang sehat,” paparnya.
Di akhir, Ine memberikan pesan khusus untuk para ibu rumah tangga yang ingin memulai bisnis namun terkendala modal dan rasa takut.
“Jangan menunggu semuanya sempurna baru mulai. Mulailah dari kemampuan dan apa yang kita punya sekarang. Kalau belum punya modal besar, bisa belajar membuat konten atau mencoba sistem reseller. Aku juga pernah mengalami masa sulit, jadi aku percaya kita selalu punya kesempatan untuk bangkit. Yang penting berani memulai, mau belajar, dan jangan mudah menyerah,” tutupnya. (Tw7)













